Pembukaan Lomba Balap Sampan Tradisional dan Lomba Layang-Layang Hias di Dermaga Labuhan Lalar KSB

Pembukaan Lomba Balap Sampan  Tradisional dan Lomba Layang-Layang Hias 
di Dermaga Labuhan Lalar KSB




Bupati Kabupaten Sumbawa Barat DR.Ir.H.W.Musyafirin,MM membuka secara resmi Lomba Balap sampan dan lomba layang-layang hias  pada Sabtu pagi (04/11/2017) di Dermaga Labuhan Lalar Desa Labuhan Lalar kecamatan Taliwang.

Pelepasan lomba mendayung sampan ini juga dihadiri Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, S.T, para asisten Setda KSB, Kepala OPD dan Kepala Bagian, Wakapolres Sumbawa Barat, Kepala Desa Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan masyarakat Desa Labuhan Lalar. Sebelum pelesapan, Bupati dan Wakil Bupati masing-masing didampingi istri meninjau kerajinan miniatur kapal kayu hasil kreasi pemuda Labuhan Lalar. Kepala Desa Labuhan Lalar pun kemudian menyerahkan  miniatur kapal kayu kepada Bupati dan Wakil Bupati sebagai cinderamata. 



Untuk sekedar informasi, bahwa Proses pembuatan sampan traditional tersebut dibuat selama 4-5 hari tergantung dari tingkat kesulitan ukiran miniatur kapal tersebut. Dengan bermodalkan 1 juta rupiah sudah bisa menghasilkan 4-5 miniatur sampan traditional. miniatur sampan tersebut dijual dengan harga yang bervariasi tergantung dari tingkat kesulitan proses pembuatannya. Standar harga yang di gunakan mulai dari Rp.200.000-500.000. Sayangnya hasil karya seni tersebut belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas dikarenakan kurangnya promosi yang dilakukan oleh seniman pembuat miniatur tersebut. Pembuatan miniatur sampan traditional tersebut dibuat jika ada pesanan yang datang. Oleh Karena itu, pada pembukaan lomba balap sampan traditional tersebut hasil karya seni tersebut di tampilkan sebagai bentuk dari promosi. Dan alhamdulillah pada saat event tersebut berlangsung salah satu miniatur kapal sampan tersebut terjual dengan harga Rp.500.000 oleh salah satu pengunjung dari luar negeri.

Lomba Balap sampan dan lomba  layang-layang hias merupakan salah satu rangkaian dari festival taliwang tahun 2017 Dalam rangka memeriahkan Hari lahir kabupaten sumbawa barat yang ke 14.  Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 2 hari yakni pada tanggal 04 November hingga 05 November 2017. Untuk hari pertama diadakan lomba balap sampan traditional dengan jumlah peserta sebanyak 72 orang. Bupati ksb DR.Ir.H.W.Musyafirin,MM  melepas 3 grup balap sampan dengan garis start dimulai dari dermaga labuhan lalar hingga ke pesisir. Sedangkan untuk  rute perlombaannya garis startnya dimulai  dari balik gunung kecil labuhan lalar higga ke pesisir labuhan lalar.
Untuk event lomba layang-layang hias akan dilaksanakan keesokan harinya yakni pada tanggal 05 November 2017. Lomba  layang-layang hias diikuti oleh 89 orang peserta yang berasal dari beberapa SKPD, Instansi vertikal dan beberapa komunitas layang-layang yang ada dikabupaten sumbawa barat. Lomba layang-layang ini merupakan event baru yang dilaksanakan  oleh pemerintah kabupaten sumbawa barat. “Saya harap lomba layang-layang hias ini bisa menjadi event tahunan di kabupaten sumbawa barat ini”.Ujar kepala dinas kebudayaan dan pariwisata ksb.

Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Sumbawa Barat DR.Ir.H.W.Musyafirin,MM mengungkapkan bahwa balap sampan itu mencerminkan kerjasama serta Momen balap sampan ini juga sekaligus momen melatih semangat gotong royong dan melatih solidaritas. “Kerjasama ini sangat dibutuhkan oleh mental pribadi-pribadi manusia yang bekerjasama. Lewat kesempatan yang baik sekarang ini mungkin merupakan kado untuk hari lahir KSB. Kita ingin mengungkapkan kepada dunia luar sampai sejauh mana kesejahteraan masayarakat KSB di usia yang ke 14 tahun”.
Selain itu juga Bupati KSB DR.Ir.H.W.Musyafirin,MM meminta kepada kepala desa, tokoh masyarakat untuk segera memferivikasi dan mengevaluasi sampai sejauh mana 14 tahun ini KSB berbuat untuk rakyatnya.


Bupati juga mengajak masyarakat memahami revoluasi mental yang didengungkan Presiden Joko Widodo, yakni kejujuran, etos kerja dan kerjasama atau gotong royong. Dari ketiga revolusi mental tersebut, sikap mental (kejujuran)  menjadi fokus utama dalam mengevaluasi diri. Jika berfikir positif, maka akan berdampak positif. Sebaliknya, jika befikir  negatif, maka akan manusia akan menjadi buruk. ‘’Ini juga terkait dengan masalah kemiskinan, ini adalah salah satu penyakit mental di tengah masyarakat. Banyak diantara masyarakat yang hanya mengaku miskin padahal mereka sebenarnya sudah hidup layak,” kata Bupati.

Dijelaskan Bupati, pemerintah pusat telah menetapkan 14 indikator untuk menilai seseorang tergolong miskin. Jika ke 14 indikator ini digunakan untuk menilai masyarakat di KSB apakah termasuk miskin atau sudah hidup layak, maka akan sedikit sekali warga KSB yang termasuk miskin. Terlebih 6 aspek kehidupan dari 14 indikator telah ditanggung atau dipenuhi oleh Pemda (BPJS Kesehatan ditanggung, uang santunan bagi disabilitas dan lansia setiap bulan dan program  lainnya, Red). ‘’Orang miskin itu kita lihat kalau makan dua kali sehari, masak pakai kayu bakar, beli baju hanya sekali setahun, terus tidak bisa mengakses kesehatan dan seterusnya,” ungkap Bupati.


Yang terakhir dalam sambutan bupati menekankan pada disperindag untuk selalu menssuport dan membantu masarakat ksb agar dapat meningkatkan produktivitas masayarakat sehingga mampu bersaing dan berdayaguna.  





                                      Foto tersebut diambil pada saat event tersebut dilaksanakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indahnya Pantai Kertasari

JALAN-JALAN KE PANTAI JELENGA, KAB. SUMBAWA BARAT, NTB

Trip In Kenawa Island