Awal kisah ditanah rantau
PERKENALAN
Hidup dinegeri rantau memang tak semudah yang dibayangkan. Terpisah dari keluarga terutama adik saya bukanlah hal yang mudah. Mengingat kedua orang tua kami sudah meninggal dunia tahun 2012 silam. Namun, tujuan merantau tiada lain dan tiada bukan adalah untuk menuntut ilmu.
Berawal dari wasiat kedua orang tua yang menginginkan saya untuk mengikuti pendidikan di IPDN. Alhamdulillah tahap demi tahap untuk bisa masuk menjadi seorang praja (sebutan untuk anak didik IPDN) bisa saya lewati dengan baik. Hingga pada tanggal 24 Oktober 2012 saya berhasil dikukuhkan menjadi muda praja angkatan XXIII. Tahun demi tahun terlewati dengan penuh suka duka. Dan alhamdulillah pada tahun 2-16 tepatnya tanggal 08 Agustus 2016 saya dan rekan-rekan IPDN Angkatan XXIII berhasil dilantik menjadi Pamong Praja Muda Oleh Bapak Presiden RI, Bapak Joko Widodo.
Seminggu setelah pelantikan tersebut saya berniat untuk mengunjungi paman saya yang ada di Kabupaten Kaimana,Provinsi Papua Barat. Untuk bisa ke Kabupaten Kaimana tersebut ditempuh dalam waktu 9 jam dengan sekali transit di Kota Ambon. Terdapat Perbedaan waktu kurang lebih 2 jam antara jakarta dan kaimana. Pertama kalinya saya menginjakan kaki di Kaimana saya cukup dibuat kagum dengan pemandangan sekitar bandaranya. penduduk di Kabupaten Kaimana mayoritas berasal dari suku Key, Suku Buton, Suku Bugis, Suku Jawa, dan suku asli penduduk kaimana sendiri. Saya cukup kagum dengan toleransi antar umat beragama yang ada disana. Dimana anatara yang beragama kristen baik protestan dan katolik dan yang beragama islam dapat hidup berdampingan dengan baik. sebagai contoh apabila ada kegiatan keagamaan kristen baik katolik maupun protestan maka yang islam turut membantu dalam hal pengamanan, begitupun sebaliknya apabila ada kegiatan keagamaan seperti hari raya besar umat islam maka yang beragama kristen pun ikut membantu dalam hal pengamanan. Dan masih banyak lagi tempat-tempat wisata yang tidak kalah menarik dengan raja ampat hanya saja potensi tersebut belum bisa di maksimalkan dengan baik oleh pemerintah setempat.
Setelah liburan sebulan lamanya daerah tercinta menunggu pengabdian kami untuk bekerja di instansi pemerintahan provinsi sulawesi Tenggara. Kebutalan saya mendapat bagian untuk bekerja di Biro Pemerintahan sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kurang lebih enam bulan lamanya saya mengabdi di instansi tersebut, angakatan XXIII harus melaksanakan latihan dasar CPNS atau yang biasa orang kenal dengan sebutan pra jabatan. selama kurang lebih 4 bulan kami melaksanakan latsar CPNS yang berada di Provinsi Sumatra Barat yang ada di Kota Bukit Tinggi, Provinsi Jawa Barat yang ada di Kampus IPDN Jatinangor dan Kota Bogor, Provinsi D.I.Y yang ada di Kota Yogyakarta , Provinsi Sulawesi Selatan yang ada di Pacerakkang Kota Makassar.
Tepat pada tanggal 20 Oktober 2017 kami melaksanakan sumpah janji PNS di Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor. Setelah itu dilanjutkan dengan pembekalan oleh Gubernur Lemhanas RI, Gubernur Akmil dan Akpol, dan Ketua IKAPTK. setelah sholat ashar kami semua dikumpulkan kembali untuk mendengar tempat penugasan kami yang Baru. Untuk sekedar Informasi, program penyebaran tempat tugas bagi purna praja dimulai kembali pada angkatan XXIII setelah vakum yang cukup lama dari angkatan 03-06 STPDN. Hal tersebut cukup membuat semua purna praja angkatan XXIII merasa resah karena sebagian dari angkatan XXIII ada yang sudah menikah, yang akan menikah, baru selesai melahirkan, sementara hamil baik yang hamil muda dan hamil tua. Tetapi mau tidak mau kami harus bisa menerima itu semua karna pada saat awal masuk IPDN kami menandatangani surat pernyataan siap ditempatkan dimana saja.
Maka dari itu saya mendapat tempat penugasan di provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sumbawa Barat.
Cerita petualangan akan dimulai dari sini sebagai anak rantau. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai potensi wisata yang sangat indah.

Komentar
Posting Komentar